Laman

Senin, 16 Juni 2014

Teknik Mencari Dan Menulis Berita



    

  Launching Integrated Lab Dan Short Movie Award

PALEMBANG – Selamat siang para pemirsa, saat ini saya berada di area kampus STISIPOL Candradimuka Palembang. Tepat dibelakang saya saat ini para panitia sedang sibuk mempersiapkan untuk acara Launching Integrated Lab & Short Movie Award yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2014 tepat pada pukul 19.00 sampai selesai.
Disebelah saya saat ini sudah ada Fikri seorang mahasiswa yang ikut serta menyelenggarakan acara ini, Selamat siang pak ?
      1. Sebagai panitia penyelenggara, apa saja kesulitan dalam mempersiapkan acara ini? Untuk Kesulitan persiapan acara ini, disini kita memang kekurangan SDM, jadi ketika kita bekerja dengan beberapa susunan yang sudah kita bikin, semua orang dengan pekerjaan masing-masing pun juga ikut. Contohnya dari design panggung, itu semua crew terlibat, jadi untuk kesulitan kita hanya kekurangan SDM saja.
      2. Di acara ini akan ada pemutaran film pendek, judul diantaranya apa saja? Untuk pemutaran film pendek, dalam acara ini kita ada sepuluh film karya mahasiswa, diantaranya adalah Jendela, Jenuh, Perjalanan terjauh dan terberat, Impianku, Killer dan ada lima lagi.
      3. Siapa saja yang akan meramaikan acara ini? Untuk pengisi acara malam ini dari kalangan mahasiswa, akan ada perform band dari mahasiswa, disitu pure semuanya murni, karena acara ini dari mahasiswa oleh mahasiswa untuk mahasiswa.

Ya terima kasih atas perhatiannya, saya Mareta Romadona melaporkan dari STISIPOL Candradimuka Palembang.               

 Video Youtube : http://www.youtube.com/watch?v=jYliH9aCfZo
Tugas UAS Semester 6





Launching Integrated Lab Dan Short Movie Award

PALEMBANG -  Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan ilmu Politk Candradimuka Palembang akan menggelar acara Launching Integrated Lab & Short Movie Award yang acaranya akan dilaksanakan pada sabtu, 7 Juni 2014 di area kampus STISIPOL Candradimuka Palembang.
Menurut Fikri (25) panitia pelaksana acara, ia menyatakan acara ini akan diramaikan oleh penampilan dari beberapa band dari  mahasiswa, pemutaran film pendek karya mahasiswa diantaranya Jendela, Jenuh, Perjalanan Terjauh dan Terberat, Impianku, Killer dan lain-lain. Acara ini dibuat khusus untuk mahasiswa STISIPOL Candramuka dimana ia menyatakan acara ini merupakan dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa, Sabtu (7/6). Mareta









   

                

Selasa, 05 November 2013

Shooting Video Clip Bersama Gubernur

WKG Band Baru saja merampungkan Shooting video clip (4-10-2013) bersama Gubernur Sumatera Selatan Bapak Ir. H. Alex Noerdin


Rabu, 05 Juni 2013

Benny Hadislani dan Wong Kito Galo (WKG Band) Kolaborasi dengan Wak Pet Palembang


Setelah sukses mengeluarkan single Tunggu Aku di Palembang, Benny Hadislani dan WKG Band siap mengeluarkan Mini Album yang lagu-lagunya berbahasa Palembang, antara lain Mano Mato Kau, Lancip (Cipt. Benny H), Aidah (Cipt. Yudhi Wak) dan Payo Berejo (Cipt. Evang Ceng Lung). WKG Band yang digawangi oleh Coy dan Erlangga (Vocal), Angin Topan (Gitar), Agus Ngoss (Bass) dan Yudhi (Drum) telah telah mengadakan jajak pendapat dengan pencinta musik dikota palembang. Sambutan antusias datang dari masyarakat Kota Pempek, antara lain mulai dari Pelajar, Mahasiswa hingga kekalangan pejabat “Lagu Aidah sangat representatif bagi kami Wong Palembang dan kata aidah merupakan kata yang bersifat mengeluh, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari sejak jaman dulu, makanya saya menyambut baik kata aidah ini dijadikan sebuah lagu, notasi lagunya mudah diingat, apalagi dialbum anak-anak muda ini bekerjasama dengan salah satu seniman besar Palembang Pelawak Wak Pet”, ujar salah satu calon kandidat yang siap berlaga dalam pilkada diwaktu dekat ini yang enggan disebutkan namanya. Ayu salah satu Mahasiswi di Kota Palembang merasa senang dan terhibur saat mendengar lagu-lagu WKG Band. Dari sekitar 50 responden yang didengarkan lagu-lagu WKG band hampir semua mendukung hadirnya kembali band ini. “Kita sangat berterima kasih dan senang bisa bekerja sama dengan pelawak legendaris Palembang Wak Pet”, ujar Topan Sang Gitaris di Studio Bedeng8 miliknya.


Harapan Benny Hadislani selaku Producer semoga mini album ini dapat sangat diterima ditelinga Wong Palembang, beberapa EO telah menawarkan panggung diluar Palembang, mengingat band ini memiliki personil yang merupakan orang yang berbakat dibidangnya.

klik tempat nenger lagu WKG

http://wkgband.blogspot.com/

Selasa, 14 Mei 2013

Contoh Press Release


Dies Natalis STISIPOL Candradimuka Palembang Ke-45

Dalam rangka memperingati hari jadi STISIPOL Candradimuka Palembang Ke-45 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2012, STISIPOL Candradimuka Palembang  akan mengadakan berbagai kegiatan. Yang dimulai dengan kegiatan pertamanya yakni jalan santai yang dilaksanakan secara gratis pada tanggal 21 Oktober 2012 yang dihadiri seluruh keluarga besar STISIPOL Candradimuka Palembang.

Kegiatan jalan santai ini di mulai pada pukul 05.30 Wib yang start dari Kampus STISIPOL Candradimuka melalui rute Jl. Swadaya – Jl. Sosial – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Basuki Rahmat – Jl. Swadaya dan finish kembali di Kampus STISIPOL Candradimuka pada pukul 07.30 Wib. Yang menarik lagi dalam kegiatan ini ialah berbagai hadiah telah disiapkan oleh panitia pelaksana dengan hadiah utama berupa sepeda gunung dan berbagai peralatan elektronik seperti kipas angin, dispenser, kompor gas, setrika, blender, mixer, DVD Player, Hand Phone dan juga ada tas ,T-Shirt. Setelah kegiatan jalan santai selesai di Kampus STISIPOLl Candradimuka Palembang, sembari melakukan pembagian hadiah para peserta disajikan berbagai hiburan-hiburan musik dan games.

Rankaian kegiatan Dies Natalis STISIPOL Candradimuka ke-45 ini akan berlanjut dengan Lomba Presenter dan Lomba Fotografi, lalu disambung Ziarah ke Makam Pendiri STISIPOL Candradimuka, Alm. Drs. H. Ismail Djalili dan malam inagurasi yang akan diselenggarakan pada hari sabtu, 27 Oktober 2012.
Kegiatan Seperti ini menurut Ketua Yayasan STISIPOL Candradimuka Drs. Hj. Lishapsari Prihatini diharapkan dapat menjadikan tempat yang positive dan berkelanjutan setiap tahun sebagai momen untuk memperingati hari jadi STISIPOL Candradimuka.

Penulisan Kreatif

Opini


Perubahan

Menanggapi perdebatan yang berkembang di masyarakat mengenai kepemimpinan sejak dulu dimana ada dikatomi yang menggunakan simbol-simbol bahwa calon pemimpin suatu daerah tertentu harus berasal dari daerah itu sendiri dan sebagainya.
Di zaman modern saat ini sudah tidak tepat lagi, jika kita masih terlalu sempit memandang kepemimpinan itu berdasarkan pengkotakan yang ada sejak dulu. Sudah perlu adanya ”pergeseran” saat ini, sudah waktunya mengalami perubahan, dan masyarakat perlu mendapatkan pendidikan politik yang baik, dimana sudah tidak tepat lagi untuk menilai kepemimpinan dari pandangan yang sempit. Kepemimpinan bukan lagi dilihat berdasarkan pengkotakan, tapi haruslah dilihat dari segala aspek yang kompleks dan kapabilitas seseorang itu tanpa memandang asal-usul budayanya. Untuk menjadi negara yang maju, sudah waktunya kita keluar dari “Safety box” yang selama ini ternyata membelenggu, bahkan menyebabkan bangsa ini hanya jalan di tempat. Untuk membentuk suatu makna berdasarkan kesepakatan bersama, tidak lagi mengganggap bahwa makna yang selama ini telah terbentuk itu bersifat sakral.
Lihat saja fenomena yang terjadi di Jakarta saat ini, dimana seorang Gubernur yang terpilih berasal dari Solo. Ini membuktikan masyarakat sudah berpikir luas, publik sebagai pasar yang bakal memilih pastinya akan memiliki indikator-indikator yang terbaik yang dapat menjadi acuan, apa yang telah di perbuat selama memegang amanah.
Patut kita pertanyakan prestasi apa yang telah di buat, indikator sebuah prestasi tentu saja bukan hanya selembar sertifikat penghargaan atau berupa sederetan  piala. Tapi dengan kewenangan besar dalam konsep otonomi daerah, apa yang telah dicapai.
Apa mungkin saja hanya modal keberanian dan membawa sejumlah dukungan. Tapi karena berani malu mereka mengatakan siap untuk memimpin. Siapa pun bisa menempel umbul-umbul, spanduk, baliho, selebaran di tiang listrik, di pagar rumah, di tembok ruko,  dan di pohon-pohon. Saya pikir tidak cukup sistem  berdemokrasi dengan komunikasi politik menempel foto-foto di  sembarang tempat tadi yang hanya membuat pohon dan tiang listrik menjerit karena sudah makin berat beban yang di pikul. Pertanyaanya untuk siapa mereka yang berebutan menjadi pemimpin itu? Kembali kepada rakyat, memilih pemimpin bukan karena tampang pada foto-foto tersebut, memilih pemimpin karena sudah teruji dan memiliki prestasi. Coba lihat track record masing-masing calon, jangan sampai kita tidak tahu.
Menjadi pemimpin adalah amanah, jadi siapapun yang akan memimpin daerah asal kita, dari mana mereka berasal, kita patut berpikir positive dengan melihat siapa mereka sebelumnya dan apa yang mereka telah perbuat atau prestasi apa yang telah mereka lakukan baik di daerah kepemimpinan mereka sebelumnya atau pun di Negara. Karena amanah yang diperoleh itu menjadi alat pertanggung jawaban di hadapan publik dan Tuhan.  

Penulisan Kreatif
Opini

Teknologi Komunikasi

Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”                                                                                   Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.) Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan.
“Televisi telah berhasil mengubah dunia kita”, begitu Raymond Williams (Price, 1993:395) menyimpulkan pernyataannya. Kehadiran televise mengalahkan media lain, bukan hanya perkembangannya yang luas dan cepat sebagai sebuah teknologi tapi juga  asumsi bahwa bentuk-bentuk popular mengalami peningkatan yang signifikan dalam efek social. Televisi dengan karakter audio-visualnya mampu merebut khalayak secara luas, massif, heterogen, serta nyaris tanpa biaya dan keahlian khusus untuk bisa mengaksesnya. Dengan sifatnya itu, televisi sering kali mengambil isi dan bentuk yang bersifat popular: mudah dipahami, universal dan menghibur (McQuail, 1994:38). Bahkan Neil Postman (Postman, 1995:90) mengatakan, istilah televise yang serius adalah kontradiksi dari suatu ungkapan bahwa televise hanya bicara pada satu bahasa: yaitu hiburan.
Membicarakan televisi juga berarti membahas tentang potensi ekonomi dan segi  komersialisasinya. Semua media massa termasuk televisi tak pernah lepas dari kedua komoditi yang ditawarkannya, yaitu isi yang dijual pada khalayak dan khalayak yang dijual kepada pemasar dalam bentuk porsi iklan.
Palembang Televisi (PALTV) sebagai televisi lokal pertama di Bumi Sriwijaya memfokuskan diri terhadap minat & keinginan pemirsa di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Kalau televisi nasional memberikan program yang bersifat umum dan universal maka PALTV lebih menekankan kepada proksimiti (kedekatan), melibatkan pemirsa melalui program interaktif baik dengan cara interaktif via telepon, SMS dan melakukan kegiatan off air untuk memperkuat penetrasi ke masyarakat. Sesuai dengan motto program PALTV yaitu;  “Memang Punyo Kito”.
Siapakah segmen pemirsa  PALTV? Sebagai televisi lokal tentu PALTV ingin diterima di semua lapisan masyarakat. Intinya, PALTV ingin menjadi bagian dari masyarakat sehingga PALTV memposisikan diri sebagai televisi keluarga (all segment). Pemirsa PALTV memiliki karakter khas Palembang yaitu : bersifat  dinamis, memiliki fanatisme yang tinggi terhadap budayanya, solidaritas yang kuat, lugas dan ekspresif, memiliki keingintahuan yang tinggi, senang terlibat dalam acara televisi dan agamis.
Dengan beberapa dasar tersebut maka PALTV yang berdiri pada tanggal 9 September 2007 membuat program yang betul-betul dekat dengan masyarakat. Yaitu memilih program yang lebih menekankan  pada CONTENT LOCAL (70-80%). Membuat program yang banyak melibatkan masyarakat sebagai peserta. Selain itu juga sebagian program ditayangkan  dalam format LIVE dan INTERAKTIF dengan pemirsa. Penggunaan bahasa di beberapa program menggunakan bahasa Palembang. Memperbanyak  kegiatan OFF AIR terutama pada program unggulan. Dalam penempatan program (scheduling) PALTV memakai pertimbangan yaitu waktu menonton pemirsa (viewing habit), jenis pemirsa (segmen pemirsa), kompetisi program di stasiun televisi lain dan jenis program/content yang dimiliki. Dengan kekuatan tx (transmiter) 10 Kw, coverage areanya meliputi sekitar Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir serta sebagian Kab Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih. Kehadiran PALTV tentu saja mendapat sambutan hangat masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Itu lantaran, PALTV sebagai televisi lokal pertama di Sumatera Selatan lebih tahu apa yang dinginkan pecintanya.   

penulisan kreatif
latar belakang skripsi

Teknologi Komunikasi


Pengertian Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memperoses dan saling tukar informasi dengan individu-individu lainnya (Rogers,1986:2). Ini menyiratkan, pertama, teknologi komunikasi adalah alat. Kedua, teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik. Ketiga, teknologi komunikasi membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu. Keempat, teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia, terutama kemampuan mendengar dan melihat. Keempat aspek teknologi komunikasi ini menjadi kriteria dalam menilai apakah sebuah alat (hardware) merupakan teknologi komunikasi atau tidak. Jika keempat kriteria ini tidak dimiliki oleh sebuat alat (hardware), maka ia tidak bisa dikatakan sebagai sebuah teknologi komunikasi.                                                                Contoh telepon seluler (ponsel). Ponsel adalah sebuah alat. Ponsel dilahirkan dari stuktur ekonomi kapitalis dan struktur sosial liberal. Ponsel membawa nilai liberal, semua orang yang mempunyai ponsel bebas menghubungi siapa saja, mereka dididik untuk tidak memiliki kendala psikologis untuk bicara kepada siapa saja. Ponsel juga meningkatkan indera dengar orang yang memakainya. Maka ponsel memenuhi semua aspek yang disyaratkan teknologi komunikasi. Dengan kata lain, ponsel sah sebagai teknologi komunikasi.      

Beda Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi

Bila dilihat dengan seksama, sebenarnya teknologi komunikasi berkaitan erat dengan informasi. Ada teknologi komunikasi yang berfungsi menyalurkan informasi. Ada juga teknologi komunikasi yang berfungsi mengalah informasi. Tetapi, ada pula teknologi komunikasi yang berfungsi sebagai pengolah dan penyimpan informasi. Maka banyak orang yang menyebut teknologi komunikasi sebagai teknologi informasi. Tetapi, bertolak dari pengertian teknologi informasi yang ditulis Richard Weiner, dalam Webster’s New World Dictionary of Media and Communications yang menyebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi computer dan telekomunikasi (1996:303), maka teknologi informasi lebih merupakan pengerjaan terhadap data. Teknologi komunikasi menitik beratkan perhatiannya pada bagaimana data ditungkangi dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi.  Disini dilihat perbedaan mendasar antara teknologi komunikasi dan teknologi informasi. Bila teknologi komunikasi merupakan alat yang menambah kemampuan orang berkomunikasi, maka teknologi informasi adalah pengerjaan data oleh computer dan telekomunikasi. Ini berarti, teknologi komunikasi memiliki perbedaan dalam titik berat perhatian. Kenyataan inilah, barangkali yang mendorong seorang ahli komunikasi Andre Hardjana, menggunakan istilah “teknologi informasi dan komunikasi” (2000:81).                                                                                   
Teknologi komunikasi bisa berkembang dengan cepat karena bantuan teknologi elektronika. Dengan teknologi elektronika, proses komunikasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Teknologi elektronika ini kemudian membentuk prinsip dasar teknologi komunikasi. Berikut adalah beberapa prinsip dasar teknologi komunikasi: 1. Objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa. 2. Gambar proyeksi bisa diubah menjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan fotosel (scanning device). 3. Suara bisa juga diubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan  microphone. 4. Sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara dipancarkan melalui kabel. Melalui jasa satelit komunikasi, sinyal listrik bisa dikirim kemana saja dimuka bumi, bahkan keruang angkasa sekalipun. 5. Sinyal diterima sistem antenna dan masuk kealat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar proyeksi kembali. Gambar ini bisa dilihat dilayar monitor, digandakan dan dicetak dicetak (Ishadi dan Wahyudi, 1994:47).                                                                                 
Dari sisi khalayak, teknologi komunikasi digunakan untuk mencari, mengolah, membagi, menyimpan, membandingkan, memutakhirkan informasi. Tidak heran bila teknologi komunikasi menjadi sentral dalam proses komunikasi.

Hakikat Teknologi Komunikasi

Rabu, 17 April 2013

Motor Jadoel Lebih Unik



            Awal mulanya saya hanya melihat- lihat motor jadoel dijalanan, matapun terus tertuju melihat motor tua itu  dan membuat saya tidak berhenti untuk memperhatikan motor tua tersebut bahkan hingga motor jadoel itu tidak terlihat lagi dan menghilang dari pandangan mata baru saya mengalihkan pandangan, terus menerus saya hanya bisa melihat motor- motor jadoel dijalanan dan hanya bisa menikmatinya dengan pandangan mata.

Hingga suatu saat saya pun tertarik dan berniat untuk memilikinya, lalu saya bergegas mencari motor vespa dan rasa tak sabarpun terus menghantui saya dan pada akhirnya saya menemukannya, saya membeli motor Vespa tahun 1965 yang berwarna Merah, rasa haru dan bahagiapun saya rasakan dengan motor Vespa tersebut karena saya juga bisa memilikinya, bagi saya ada keunikan tersendiri pada motor- motor jadoel saat ini tidak seperti motor- motor pada era zaman sekarang, yang semua orang bisa memilikinya dan tidak ada sisi keunikannya.

dengan percaya dirinya saya mengendarai vespa kesayangan saya dijalan raya, dan yang membuat saya semakin percaya diri yakni semua mata seolah tertuju kepada saya karena keunikan motor vespa saya tersebut, hingga suatu saat saya memberanikan diri untuk mengendarai vespa tersebut keluar kota rasa bangga semakin saya rasakan karena mengendarai motor tua tersebut semakin membuat saya berkharisma.

Hingga 3 tahun lamanya saya memiliki motor kesayangan saya dari tahun 2005-2008, dan entah apa yang ada dipikiran saya saat itu lalu saya menjual motor saya tersebut. 2 tahun lamanya saya tidak memiliki motor jadoel, rasa ingin memiliki lagi terus menggebu- gebu, sesekali rasa sesal dihati menghantui karena saya telah menjual vespa kesayangan saya.

Pada tahun 2010 saya memutuskan untuk membeli motor tua yang bermerk Honda CB 100, saat itu hidup saya semakin bangkit karena saya bisa merasakan mempunyai motor jadoel lagi, sampai saat ini motor Honda kesayangan saya selalu saya rawat dan tidak pernah terpikir untuk menjualnya kembali seperti vespa saya dahulu, karena saya tidak ingin menyesal seperti dahulu untuk yang kedua kalinya.

foto honda cb
vespa








Penulisan Kreatif.
Artikel

Sabtu, 06 April 2013

Journalis



Palembang, Hj. Percha Leanpuri bersama yayasan Leanpuri Center dan Relawan Ampera   mengunjungi Rutan Kelas 1 LP Pakjo pada jum’at 5/4/2013, dalam rangka kegiatan sosial cukur rambut kepada kurang lebih 200 warga binaan. Hj. Percha Leanpuri yang merupakan anak sulung dari H. Herman Deru Calon Gubernur Sumatera Selatan sekaligus anggota DPD RI memberikan semangat dengan gaya humoris saat memberikan kata sambutan kepada para warga binaan. Mengakhiri sambutannya, Hj. Percha Leanpuri memberikan hadiah menarik untuk 20 orang yang dapat menjawab pertanyaan langsung darinya.
Kehadiran Hj. Percha Leanpuri dan rombongan disambut baik dan antusias oleh warga binaan, ditambah lagi adanya bantuan berupa: Buku bacaan untuk perpustakaan Lapas, yasin, dan lebih dari seribu paket perlengkapan mandi yang diberikan secara simbolis oleh anggota DPD RI termuda ini kepada Bapak Edi Suprianto selaku perwakilan kepala rutan.

Yudhis/Stisipol                                                                                                   Tim Media RA
Penulisan Kreatif

Kamis, 04 April 2013

STISIPOL Candradimuka Goes To Media


Kunjungan media mahasiswa semester IV Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka mata kuliah "Teknologi Komunikasi" ke Kantor Redaksi Harian Umum Sriwijaya Post, 01 April 2013








Kamis, 11 Oktober 2012

Musisi Palembang


 YUDHI SKB

Setelah mengeluarkan karyanya cinta melekat pada tahun 2004 dan di release ulang pada tahun 2010 Yudhis Wak mengeluarkan 1 single lagi yang berjudul Aidah.. Lagu satu ini lebih menonjolkan budaya palembang dengan liriknya yang berbahasa Palembang. Aidah.. ialah perkataan bagi orang kesal, yang suka mengeluh. Pesan yang terdapat pada lagu ini Wak mencoba mengajak  kepada semua orang untuk tidak mengeluh.





     
Klik Play & Download Lagu




Rabu, 03 Oktober 2012

Contoh Penulisan Daftar Pustaka



 Contoh Dalam Bentuk Buku :
- Nama. Tahun. Judul Buku. Kota: Penerbit.

1.      Sukajaya, Zaelani, dkk. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Paradigma.
2.      Djajasudarma, T. Fatimah. 1999. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.
3.      Semi, Atar. 1989. Kritik Sastra. Bandung: Angkasa.
4.      Nurhayati. 2008. Teori dan Aplikasi Stilistik. Indralaya: Universitas Sriwijaya.
5.      Suwandi, Sarwiji. 2008. Serbalinguistik. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
6.      Rahardi, Kunjana. 2006. Dimensi-dimensi Kebahasaan. Yogyakarta: Erlangga.
7.      Wiyatmi. 2008. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.
8.      Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.
9.      Munandar. 2001. Budgeting. Yogyakarta: BPFE.
10.  Agoes, Sukrisno dan Estralita Trisnawati. 2008. Praktikum Audit. Jakarta: Salemba Empat.
11.  Lumbantorvan, Sophar. 1996. Ensiklopedi Perpajakan Indonesia. Jakarta: Erlangga.
12.  Tanujaya, Edward dan Krista. 2007. Praktikum Akuntansi Keuangan Lanjutan 2. Jakarta: Salemba Empat.
13.  Soemarso S.R. 2004. Revisi Akuntansi : Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.
14.  Drebin, Allan R. 1999. Advanced Accounting. Jakarta: Erlangga.
15.  Eriyatno. 2003. Ilmu Sistem : Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Bogor: IPB Press.

Sabtu, 08 September 2012

Belajar rekaman dari alat seadanya


Belajar dari alat seadanya.....

       Berawal dari hobi bermusik dan menciptakan beberapa karya lagu, sayang dong kalau tidak mempunyai hasil rekaman sebagai dokumentasi baik untuk sekedar dokumentasi pribadi / bersama teman-teman maupun untuk di publikasikan...
      Kisaran tahun 2003 band saya sudah ada beberapa lagu ciptaan yang di rekam secara live recording, tentu sangat membanggakan sekali bisa mendengarkan hasil karya sendiri bersama teman-teman. Suatu waktu seorang teman saya berkunjung kerumah sambil ngobrol dan mendengarkan lagu-lagu hasil rekaman band saya dia menanyakan yok kita record ni lagu... saya pun berfikir dan menanyakan bagaimana caranya?
dengan semangat ia pulang kerumahnya yang memang tidak berjauhan dengan rumah saya untuk mengambil cd software DAW untuk merekam.
     Pertama yang kami kerjakan ialah membuat drum dengan menggunakan Fruity Loops, setelah sample drum selesai keesokan harinya saya panggil teman-teman satu group untuk mengisi guitar, bass dan vocal dengan membawa peralatan tempur nya yang di usahakan juga pinjam dengan orang lain  hehe... satu lagu pun selesai di rekam entah apa itu mixing dan mastering yang memang tidak kami mengerti yang penting sudah enak di dengar saja dan lagu pun jadi (berhubung teman saya itu masih baru juga.. :D ).
      Dari situ saya tambah bersemangat dengan alat apa adanya bisa menghasilkan rekaman  dirumah sendiri yang saat itu komputer saya standard sekali. Keesokan harinya saya mulai belajar sendiri merekam lagu lainnya dengan mengikuti cara yang di praktekan teman saya, dengan membuat pola drum terdahulu, kebetulan saya pemain drum jadi tidak terlalu menghambat untuk mengetahui pola-pola tersebut agar terlihat nyata (seperti dimainkan).


Hobi Jadul


Awal mula aku menyenangi dan ingin terus memiliki motor antik jadoel ketika aku memiliki Vespa Super Thn 1965 pada tahun 2005 lalu di Palembang, saat itu niatnya hanya ingin mempunyai motor sendiri dan belom tau kharisma, keantikan trus tidak mudah untuk memiliki motor tua dan saya memilikinya alhamdullilah. Saat itu aku heran pas dijalan sering orang menyapa dan ngajak ngobrol di lampu merah / saat berenti, dan tidak jarang orang (terutama yang pengendara vespa) berhenti dan membantu saat vespa ku mogok... Hmm.. mungkin itu lah seninya dalam mengendarai motor tua.



Pada tahun 2007 aku hijrah ke Bandar Lampung disana lebih bergaul dengan anak2 vespa dan bergabung dalam Vespa Owner's Club Lampung.

Minggu, 11 Desember 2011

Tangki Honda CB Gelatik











Bosen ni dengan tampilan lama pengen ganti suasana dengan tengki cb gelatik...







Sabtu, 10 Desember 2011

Definisi Demokrasi

Dari sudut bahasa (etimologis), demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan cratos atau cratien yang berarti pemerintahan atau kekuasaan. Jadi, secara bahasa, demos-cratein atau demos- cratos berarti pemerintahaan rakyat atau kekuasaan rakyat.
Pengertian mengenai demokrasi yang dianggap paling populer diantara pengertian yang ada. Pengertian tersebut di kemukakan pada tahun 1863 oleh Abraham Lincoln yang mengatakan demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (goverment of the people, by the people, and for the people).                                  
Demokrasi secara harafiah merupakan sistem pemerintahan yang sangat membuka pintu lebar-lebar kepada arus akuntabilitas publik. Seringkali memang, sistem demokrasi dilakukan dalam bentuk voting atau pengambilan suara terbanyak. Namun harus diingat bahwa voting, referendum, atau apapun namanya yang sifatnya pengambilan suara terbanyak, hanyalah merupakan upaya untuk memoderasi berbagai variasi perbedaan opsi yang terjadi pada peserta sistem demokrasi. Dengan kata lain, inti dari sebuah system pemerintahan yang demokratis adalah pada partisipasi seluruh entitas sistem tersebut terhadap setiap putusan atau kebijakan yang diambil.                                                     
 Lebih jauh, demokrasi tidak dapat diartikan sebagai pembunuhan terhadap suara minoritas; secara filosofis demokrasi tidak berhubungan dengan terminologi yang membeda-bedakan mana yang mayoritas dan mana yang minoritas. Demokrasi merupakan system pemerintahan yang anti otoritarianisme dan kemungkinan kolusi/konspirasi yang sangat mungkin muncul dalam system monarki dan oligarkhi. Artinya, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan penekanan pada fungsi kontrol atau dengan kata lain check and balance dari semua pos-pos kekuasaan yang ada. Dari sini diharapkan akan lahir keadilan (justice) yang secara mekanistik memberikan kebaikan kepada seluruh elemen masyarakat.